Pages

July 7, 2011

Film : Echoes of The Rainbows

Pic From : Google

Tadi siang di Channel Red-nya Indovision gua nonton film yang berjudul "Echoes of The Rainbow" film yang menyentuh, sedih sekaligus membuat kita terenyuh. Gara-gara film ini gua jadi dilanda rasa melow...
Oh tenang, bukan melow gara-gara cinta, eeew, it's so two thousand and one! Tapi melow karena film ini.

Jadi film ini menceritakan tentang sebuah keluarga sederhana yang terdiri dari ayah, ibu dan dua anak laki-laki. Sang ayah bekerja sebagai seorang pengrajin sepatu, sementara sang ibu bertugas di bagian marketing a.k.a yang ngejual hasil sepatu buatan suaminya. Anaknya yang kecil adalah anak yang nakal dan kurang pintar disekolah. Hobinya pun suka nyolong barang-barang, namun selain itu dia pintar jualan. Walaupun begitu dia sangat menyayangi abangnya serta mengidolai abangnya.

Abangnya adalah seorang siswa yang pintar disekolah. Ia juga atlit lari yang dua tahun berturut-turut menjuarai kejuaraan balap lari antar sekolah. Wajahnya yang tampan membuat dia disukai banyak anak gadis. Sebagai anak sulung dia merupakan anak yang tahu diri dan mengerti mengenai keadaan finansial keluarganya sehingga ia tidak pernah bertingkah macam-macam atau bahkan menuntut ini itu. Sebagai abang ia juga sangat menyayangi adiknya dan selalu berusaha menjadi abang yang baik bagi adik satu-satunya.

Walau sederhana namun hidup mereka baik-baik saja dan bahagia. Mereka mensyukuri apa yang telah mereka miliki dan mereka raih. Namun semua itu berubah ketika mengetahui anak pertama mereka yang merupakan anak yang paling mereka banggakan, mengidap penyakit kanker darah. Segalanya berubah dan mereka dipaksa untuk berjuang serta dipaksa untuk benar-benar merasakan susahnya menjadi orang miskin, seperti yang sudah mereka rasakan selama ini.

Film ini yang bikin gua terenyuh, tersentuh dan adegan sedih tersebar disepanjang plot film ini. Namun bagian-bagian paling menyedihkan adalah masa-masa setelah keluarga tersebut mengetahui sang anak sulung menderita penyakin leukimia. Beuuuh, disitu kita dibikin nangis bombay. Tapi gua nggak nangis doooong, kan boys don't cry! hahaha...

Dari awal film kita udah dikasih tau bagaimana lingkungan tempat mereka tinggal. Ada satu aktivitas yang menurut gua unik dan sangat bagus. Dimana keluarga tersebut serta tetangga-tetangga mereka biasa melakukan aktivitas makan malam bersama dijalan depan rumah mereka. Jadi kalo udah malem tuh mereka nyiapin meja makan dan makanan-makanan mereka dijalan depan rumah mereka dan mereka makan bersama-sama. Jadi kaya restoran jalanan gitu, tapi bedanya ini mah acara makan malam biasa aja. Yang bagusnya, disini keliatan banget rasa kebersamaan dan keharmonisan antar tetangga.

Namun dilain adegan kita diperlihatkan bagaimana nggak enaknya jadi orang miskin. Dimana ketika sang anak sulung ini sakit dan dirawat di rumah sakit, mereka sering diabaikan. Pelayanan baru akan berjalan jika sang suster diberikan uang tip. Ketidakpedulian pelayanan rumah sakit terhadap pasien miskin membuat perjuangan keluarga ini menjadi semakin berat saja. Banyak sekali adegan-adegan dibagian ini yang bakalan bikin kita nangis bombay. Karena bener-bener bikin sedih.

Ada beberapa kutipan yang bisa diambil dari film ini; seperti sang ayah yang merasa bahwa keluarga itu adalah hal terpenting dalam dirinya. Serta sebuah rumah haruslah memiliki sebuah atap, karena tanpa atap maka itu tidak bisa disebut rumah. Memang benar sih, sebagus dan semewah apapun bangunan yang kita bangun, kalo tanpa atap maka itu belum bisa disebut rumah. Karena ataplah yang akan melindungi kita dari panas matahari dan air hujan. Lalu kutipan yang pernah istrinya ucapkan bahwa setiap orang harus mempercayai. Membuat kita sadar bahwa seberat dan seburuk apapun masalah kita, kita harus percaya bahwa semuanya akan terselesaikan dengan caranya sendiri, dan segalanya akan baik-baik saja dikemudian hari.

Jangan ragukan segi akting, seluruh jajaran pemain film ini semuanya menampilkan kualitas akting kelas hollywood. Mereka berhasil menyelami karakter mereka dan memberikan penampilan alamiah sehingga membuat gua merasa mereka adalah diri mereka dalam film tersebut, bukan orang yang sedang berakting disebuah film. Untuk segi plot, boleh dibilang plot di film ini sederhana, namun kekuatan dari kesederhanaan itulah yang membuat film ini unggul. Cerita yang bagus ditambah detil cerita yang sangat bersinggungan dengan realita membuat film ini berada diposisi puncak.

Dan disertai sebuah lagu yang luar biasanya pada film ini lagu ini diputar pada moment yang luar biasa sempurna untuk menciptakan adegan yang mampu bikin penonton nangis bombay, nangis bawah merah dan nangis ala berbagai macam bawang lainya. Yang cewek-cewek yakin deh pasti bakalan meneteskan air mata saat adegan yang disertai lagu "My Secret Rainbow" ini muncul.

Jadi buat kamu-kamu yang suka sama film drama yang mampu membuat kalian meneteskan air mata kaya keran air jet pam atau sederas selang pemadam kebakaran, film ini cocok banget buat kalian tonton. Karena emang ceritanya bagus, aktingnya bagus, ending yang sederhana namun begitu bikin terenyuh, serta banyak adegan-adegan yang bakalan kalian nangis bombay.


Title
Echoes of The Rainbow

Year
2010

Genre
Drama

Director
Alex Law

Country
Chinese

Language
Chinese

Subtitle
English

Starring
Simon Yam, Sandra Ng Kwan Yue, Aarif Rahman, Buzz Chung, Paul Chun
Score : 9 / 10
Note : Film asia itu tuh banyak yang bagus-bagus, yang kualitas ceritanya bahkan banyak yang jauh lebih bagus dari pada film-film buatan hollywood. Beneran deh!
 

Related Posts...

Belum ada komentar pada Artikel : "Film : Echoes of The Rainbows" | Jadilah yang pertama memberikan komentar pada postingan ini : )

Post a Comment